Pria Ini Ada di Balik Kesuksesan Atlet Taekwondo
Sebagai bentuk keseriusan itu, Lioe mendirikan UTI Pro yang berada di bawah Yayasan Universal Taekwondo Indonesia. Bahkan tidak tanggung-tanggung, Lioe menyulap kediamannya di perumahan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara sebagai asrama dan pusat latihan para atlet UTI Pro. " Saya suka dengan taekwondo," kata Lioe.
Dipilihnya rumah Lioe sebagai pusat latihan karena ia ingin melihat langsung atlet binaannya berlatih. Ia menilai seorang pelatih mesti tahu dan mengenal perkembangan atletnya. "Ada 34 atlet di kediaman saya," ujarnya.
Ia tak menampik bila semua kebutuhan atlet, dana operasional UTI Pro, dan biaya untuk mengikuti beragam turnamen berasal dari kantongnya sendiri. Lioe menolak mengutarakan seputar dana dan bisnis yang dijalaninya.
Dia menyatakan akan terus memberikan sokongan dana bagi perkembangan atlet UTI Pro. Ia juga tidak mau membatasi bila ada pihak-pihak yang ingin membantu dari sisi finansial. "Di sini (UTI Pro) kami hanya bicara taekwondo, tidak yang lain."
Lioe menjelaskan, latar belakang berdirinya UTI Pro tak lebih dari kecintaannya kepada bela diri Taekwondo. Pada mulanya, ia melihat penampilan atlet-atlet asal Korea Selatan dan Amerika Serikat yang kerap tampil bagus di ajang internasional. Menurut dia, untuk bisa mencetak atlet berkualitas seperti itu dibutuhkan pembinaan yang panjang dan manajemen yang profesional.
"Dari situ saya akhirnya membentuk UTI Pro," kata Lioe. Lebih lanjut ia enggan mengomentari seputar perselisihan di tubuh PBTI yang diduga ikut mendorong lahirnya UTI Pro. Lioe menilai UTI Pro memiliki fokus yang berbeda dengan PBTI. "Kami diakui oleh Badan Olahraga Profesional Indonesia," katanya.
Lioe justru mengaku heran lantaran saat pertama terbentuk yayasan UTI Pro masih memiliki hubungan dengan PBTI dengan bekerja sama dalam berbagai kegiatan. Namun belakangan ini, ucap dia, kehadiran UTI Pro seolah-olah menjadi masalah. " Padahal tempat saya pernah jadi buat Pelatnas," ucapnya. Namun Lioe sendiri enggan memperuncing soal itu.
Sementara pada kesempatan terpisah, Pelatih UTI Pro Rahadewi Neta menjelaskan sebelum UTI Pro berdiri telah ada yayasan Universal Takewondo Indonesia pada 2011. Kemudian secara resmi yayasan dilantik oleh BOPI pada November 2012. "Pada 18 Januari 2013 akhirnya kami melantik 33 pengurus di tingkat provinsi," ucap Neta.



otomotif
TEMPO.CO, Jakarta - Audi Q5 PI 2013 yang baru mengaspal di Indonesia memiliki sederet kelebihan, diantaranya konsumsi bahan bakar yang lebih hemat. Menurut Direktur Utama PT Garuda Mataram Motor, Andrew Nasuri, hal ini didorong oleh fitur Audi Valvelift Systems, yang memungkinkan mesin menyesuaikan konsumsi bahan bakar saat mobil berjalan pelan atau ngebut.
"emisinya cukup rendah dan sesuai dengan standar euro 2," kata dia dia dalam acara peluncuran Audi Q5 di restoran K'Bon Klapa, Rabu 29 Mei 2013.
Audi Q5 PI meminum bensin oktan tinggi (Pertamax dan varian di atasnya) sebanyak 7,9 liter setiap 100 kilometer. Dengan kata lain, sport utility vehicle (SUV) premium ini mengonsumsi 1 liter bensin untuk menempuh jarak 12,65 kilometer. Jika dibandingkan varian sebelumnya, Audi Q5 2009, konsumsi bensin Audi Q5 PI lebih rendah 0,7 liter.
Meski lebih irit, tenaga yang dihasilkan varian baru ini lebih besar. Audi Q5 PI mengadopsi mesin Turbo Fuel Stratified Gasoline Direct Injection (TFSI) 2.000 cc empat silinder, dengan tenaga 225 daya kuda pada putaran mesin 4.500-6.250 rotasi per menit (rpm). Sedangkan Daya yang disemburkan lebih besar dibandingkan varian sebelumnya, yang mencapai 211 daya kuda pada putaran 4.200 rpm dengan torsi 350 Newton Meter (Nm).
Jika dibandingkan dengan varian pesaing, sebut saja BMW X1 sDrive 18i, konsumsi bensin Audi Q5 PI relatif sama. BMW X1 sDrive18i mengonsumsi bensin 12,7 kilometer per liter dengan kadar emisi karbon dioksida 185 gram per kilometer. Namun daya yang dibesut kuda asal Munich Jerman ini lebih rendah, yakni 150 daya kuda dengan torsi maksimum 200 Nm pada 3.600 rpm
Blogger Templates">1 otomotif
Blogger Templates">2 Right Sidebar
MUSIK
Musik adalah suara yang disusun demikian rupa sehingga mengandung irama, lagu, dan keharmonisan terutama suara yang dihasilkan dari alat-alat yang dapat menghasilkan bunyi-bunyian. Walaupun musik adalah sejenis fenomena intuisi, untuk mencipta, memperbaiki dan mempersembahkannya adalah suatu bentuk seni. Mendengar musik pula adalah sejenis hiburan. Musik adalah sebuah fenomena yang sangat unik yang bisa dihasilkan oleh beberapa alat musik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar